<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="weebly" -->
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" >

<channel><title><![CDATA[BLOG PUISI  - Puisi Simpati]]></title><link><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/puisi-simpati.html]]></link><description><![CDATA[Puisi Simpati]]></description><pubDate>Thu, 19 Mar 2009 19:53:13 +0700</pubDate><generator>Weebly</generator><item><title><![CDATA[KAU WANITA, KAU BURUH MIGRAN]]></title><link><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/7/post/2008/01/kau-wanita-kau-buruh-migran.html]]></link><comments><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/7/post/2008/01/kau-wanita-kau-buruh-migran.html#comments]]></comments><pubDate>Mon, 28 Jan 2008 19:34:25 +0700</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://blogpuisi.weebly.com/7/post/2008/01/kau-wanita-kau-buruh-migran.html</guid><description><![CDATA[Kuharap lagu air matamu terdengar disini, dan membius mereka yang terkuatKau wanita, kau buruh migran yang terkurung dalam sesaknya ruang kelamMencari sejahtera tetapi mendapat sayatan hati yang merobek jiwamuMemohon naungan hanya diskriminasi yang kau dapat, kemudian tersingkirkanKau hanya dianggap sekedar komoditi yang senantiasa menjadi perbudakanBetapa&hellip;! k [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<p  style=" text-align: left; "><span style="font-size: 12pt;">Kuharap lagu air matamu terdengar disini, dan membius mereka yang terkuat<br />Kau wanita, kau buruh migran yang terkurung dalam sesaknya ruang kelam<br />Mencari sejahtera tetapi mendapat sayatan hati yang merobek jiwamu<br />Memohon naungan hanya diskriminasi yang kau dapat, kemudian tersingkirkan<br /></span><span style="font-size: 12pt;">Kau hanya dianggap sekedar komoditi yang senantiasa menjadi perbudakan<br />Betapa&hellip;! kau wanita terkoyak oleh kemiskinan dan ketidakadilan</span><br /><br />                <span style="font-size: 12pt;">Kuharap&hellip; kuharap&hellip; mereka yang terkuat dinegeri ini ada disana<br />Saat tubuhmu dihempaskan kelantai hitam, dibenamkan kelembah lumpur ternodakan <br />Meronta percuma, tali-tali nista menjerat tanganmu, mulutmu terbungkam kain hitam<br />Kepalamu dibenturkan, terluka hebat lalu kaupun tak tahu lagi tentang nasib tubuhmu<br />Air mata darahmu menetes, melagu surga menjadi neraka, jiwamu terbang bersama perih<br />Dan kaupun pulang, ada dalam pelukan orang terkasih yang merana merajut luka-luka<br />Mengenangmu yang tak akan pernah bangun lagi. </span><br /><br />                <span style="font-size: 12pt;">Kuharap&hellip; kuharap&hellip; mereka yang terkuat dinegeri ini ada disana<br />Saat hari-harimu terlilit cambuk perkasa yang menembus tulang-tulang putihmu<br />Makian dari mulut-mulut tuan besar menggelegar menyambar panas daun telingamu <br />Mata-mata besar menatap tajam pengawas atas dirimu yang bekerja tiada henti<br />Kekejaman telah membuatmu lumpuh dan kaupun dipulangkan kedesamu<span>&nbsp; </span><br />Kau hanya berstatus kelas dua,<span>&nbsp; </span>terminal kelas tiga yang pantas bagimu <br />Kasusmu terkatup rapat dikotak besi, dan terlupakan sampai berkarat</span><br /><br />                <span style="font-size: 12pt;">Lalu, mereka yang terkuat apa yang bisa kau lakukan ?<br />Ada nyawa-nyawa melayang diantara wanita buruh migran<br />Ada tubuh-tubuh cacat diantara wanita buruh migran <br />Kuharap&hellip; kuharap mereka yang terkuat ada disana<br />Merubah perihnya biru langit, menjadi nirwana <br />Merubah lilitan miskin menjadi samudera sejahtera <br />Merubah yang tertindas menjadi yang terangkatkan</span><br /><br />              <span style="font-size: 12pt;">Kau wanita, kau buruh migran<br />Harapan bunga hidupmu berebah dipadang-padang harapan waktu<br />Namun duri-duri selalu saja menghiasi bungamu yang justru melukaimu<br />Mencoba memanjat tangga pelangi menuju langit, tuk meraih bintang seutuhnya<br />Namun separuh bintang saja itu sudah keberuntunganmu<br />Karena tanganmu selalu berdarah dalam genggaman tangan-tangan yang terkuat</span><br /><br />        <span style="font-size: 12pt;"> Kuingin&hellip; kuingin kerajaan berbasis diskriminasi gender dihancurkan<br />Demi kau wanita, kau buruh migran<br />Dan dedikasikan buat kau wanita-wanita</span><br /><br />      <span style="font-size: 12pt;">&nbsp;~Nenen Gunadi~<br />19-Des-2007</span></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[BERSINAR DALAM CINTA]]></title><link><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/7/post/2008/01/first-post.html]]></link><comments><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/7/post/2008/01/first-post.html#comments]]></comments><pubDate>Thu, 24 Jan 2008 14:35:43 +0700</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://blogpuisi.weebly.com/7/post/2008/01/first-post.html</guid><description><![CDATA[  BERSINAR DALAM CINTA&nbsp; Bahagia dan sedih, ada dan pergi bagaikan anginWarna buku kehidupan refleksi dari merah dan hitamSaling memberi kehangatan dan peduli untuk bertahanKehidupan baru mulai lagi pada hari kita berpeganganKehilangan yang sangat terkasih adalah hitamNamun keabadiannya bersinar terang dalam  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<p  style=" text-align: left; ">  <span>BERSINAR DALAM CINTA<span style="">&nbsp; </span></span><br /><span><br />Bahagia dan sedih, ada dan pergi bagaikan angin</span><br /><span>Warna buku kehidupan refleksi dari merah dan hitam</span><br /><span>Saling memberi kehangatan dan peduli untuk bertahan</span><br /><span>Kehidupan baru mulai lagi pada hari kita berpegangan</span><br /><br /><span>Kehilangan yang sangat terkasih adalah hitam</span><br /><span>Namun keabadiannya bersinar terang dalam cinta</span><br /><span>Bisikan lembut dari nirwarna menenangkan jiwa</span><br /><span>"Berbanggalah!<span style="">&nbsp; </span>yang terkasih kini bahagia disini!"</span><br /><br /><span>Nenen Gunadi, Hunts. CA. Jan 16, 2008</span><br /><span>Puisi ini dituliskan dalam kartu simpati yang saya kirimkan untuk keluarga Ibu Yanti Irianti di Cianjur, Ibu Yanti Telah dieksekusi di Arab Saudi.</span><br /><span>Dan saya ucapkan terima kasih kepada Migrant CARE.</span><br /><br />  <span>&nbsp;</span><br /><br />  </p>]]></content:encoded></item></channel></rss>
