<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="weebly" -->
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" >

<channel><title><![CDATA[BLOG PUISI  - Puisi Duka]]></title><link><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/puisi-duka.html]]></link><description><![CDATA[Puisi Duka]]></description><pubDate>Mon, 04 May 2009 23:38:35 +0700</pubDate><generator>Weebly</generator><item><title><![CDATA[SELAMAT JALAN R. YOHARI!]]></title><link><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/6/post/2008/04/selamat-jalan-r-yohari.html]]></link><comments><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/6/post/2008/04/selamat-jalan-r-yohari.html#comments]]></comments><pubDate>Mon, 07 Apr 2008 11:58:03 +0700</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://blogpuisi.weebly.com/6/post/2008/04/selamat-jalan-r-yohari.html</guid><description><![CDATA[Dua hari lalu langit terlihat putih-putih menebal menggumpal&nbsp; Putih-putih itu ternyata butiran salju lembut menyentuh bumi&nbsp; Misteri salju putih dan lembut tersembunyi saat mata tak berkedip&nbsp; Namun belum kusentuh sudah membekukan hatiku dan darahku&nbsp;&nbsp;Bangun dari tidur ada berita yang membuatku membiru luka  Begitu mudah cinta-cinta pergi dan datang, hangat dan dingin&nbsp; Menghilang ragam [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<p  style=" text-align: left; "><big><span>Dua hari lalu langit terlihat putih-putih menebal menggumpal&nbsp; <br />Putih-putih itu ternyata butiran salju lembut menyentuh bumi&nbsp; <br />Misteri salju putih dan lembut tersembunyi saat mata tak berkedip&nbsp; <br />Namun belum kusentuh sudah membekukan hatiku dan darahku&nbsp;&nbsp;<br /><br />Bangun dari tidur ada berita yang membuatku membiru luka  <br />Begitu mudah cinta-cinta pergi dan datang, hangat dan dingin&nbsp; <br />Menghilang ragamu, tapi energimu singgah disetiap ruang rinduku&nbsp;&nbsp; <br />Jejak-jejak cintamu mematri ditubuhku, dan akan selalu abadi&nbsp;&nbsp;<br /><br />Setulus hati, aku ingin disana ketika waktumu tiba meraih nirwana&nbsp; <br />Setulus hati, hari ini ada luka dihati, ada air berlinang dari mataku&nbsp; <br />Setulus hati, kurasakan energi sucimu ada disini memelukku hangat&nbsp; <br />Setulus hati, berjuta kali mohon ampunanmu, karena aku tidak ada disana&nbsp;&nbsp;<br /><br />Selamat jalan R. Yohari!&nbsp;&nbsp; <br /><br /> <br /> Nenen Gunadi,&nbsp; <br />April, 07,08, Edmonton, AB, Canada&nbsp; <br />Dedikasi buat Kakek yang telah tiadak<br />Senin, April 06/08 di Ambarawa, Semarang</span></big></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[MAKAM BERLAPIS PASIR]]></title><link><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/6/post/2008/01/first-post.html]]></link><comments><![CDATA[http://blogpuisi.weebly.com/6/post/2008/01/first-post.html#comments]]></comments><pubDate>Thu, 24 Jan 2008 14:31:59 +0700</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://blogpuisi.weebly.com/6/post/2008/01/first-post.html</guid><description><![CDATA[  MAKAM BERLAPIS PASIRMakam berlapis pasir dan tanpa taburan bungaDiam membisu berebah dibawah merah teriknya panasDia telah pergiKetika sulit menemukan kesejahteraan dinegeri iniSeorang wanita Cianjur terpaksa pergi kepadang pasirMencoba meraih kilauan bintang, namun terjerembab jatuhDia diketuk palu hukum pad [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<p  style=" text-align: left; ">  <big><span>MAKAM BERLAPIS PASIR</span><br /><span><br />Makam berlapis pasir dan tanpa taburan bunga</span><br /><span>Diam membisu berebah dibawah merah teriknya panas</span><br /><span>Dia telah pergi</span><br /><br /><span>Ketika sulit menemukan kesejahteraan dinegeri ini</span><br /><span>Seorang wanita Cianjur terpaksa pergi kepadang pasir</span><br /><span>Mencoba meraih kilauan bintang, namun terjerembab jatuh</span><br /><span>Dia diketuk palu hukum padang pasir</span><br /><span>Ketika eksekusi tiba atas dakwaan membunuh majikannya</span><br /><span>Hukuman atau keadilan untuknya, tidak pernah terjawabkan</span><br /><span>Ada berita angin dari gurun pasir yang tidak pasti</span><br /><span>Dia Dipancung!<span style="">&nbsp; </span>atau <span style="">&nbsp;</span>dia ditembak!</span><br /><span>Mukanya ditutup kain hitam diantara debu-debu padang pasir</span><br /><span>Dia duduk berlutut lesu sendirian diremang sinar panas pagi</span><br /><span>Keringat dan air matanya berbaur membasahi pasir-pasir gersang</span><br /><span>Bibir kering terkatup rapat tak mampu meninggalkan pesan</span><br /><span>Namun suara resah hatinya tertekan menjerit pilu ketakutan</span><br /><span>"Jangan biarkan aku mati !<span style="">&nbsp;&nbsp; </span>Jangan biarkan aku mati disini !</span><br /><span>Aku akan terbaring ditaburi oleh pasir-pasir, dan aku takut !</span><br /><span>Sungguh aku takut !<span style="">&nbsp; </span>Padang pasir adalah makamku !"</span><br /><br /><span>Makam berlapis pasir dan tanpa taburan bunga</span><br /><span>Diam membisu berebah dibawah merah teriknya panas</span><br /><span>Dia telah pergi</span><br /><br />&nbsp;<span>~Nenen Gunadi~</span><span> 13Jan08, Hunstville</span><span> Canada<br />(Puisi ini tribute untuk "Yanti Irianti" TKI asal Cianjur yang dieksekusi mati di Arab Saudi, dengan vonis membunuh majikannya sendiri, terlepas benar atau tidak Yanti melakukan itu, saya sebagai bangsa Indonesia turut merasa prihatin &amp; berduka)<br /></span><br /></big>  </p>]]></content:encoded></item></channel></rss>
