MAKAM BERLAPIS PASIR

Makam berlapis pasir dan tanpa taburan bunga

Diam membisu berebah dibawah merah teriknya panas
Dia telah pergi

Ketika sulit menemukan kesejahteraan dinegeri ini
Seorang wanita Cianjur terpaksa pergi kepadang pasir
Mencoba meraih kilauan bintang, namun terjerembab jatuh
Dia diketuk palu hukum padang pasir
Ketika eksekusi tiba atas dakwaan membunuh majikannya
Hukuman atau keadilan untuknya, tidak pernah terjawabkan
Ada berita angin dari gurun pasir yang tidak pasti
Dia Dipancung!  atau  dia ditembak!
Mukanya ditutup kain hitam diantara debu-debu padang pasir
Dia duduk berlutut lesu sendirian diremang sinar panas pagi
Keringat dan air matanya berbaur membasahi pasir-pasir gersang
Bibir kering terkatup rapat tak mampu meninggalkan pesan
Namun suara resah hatinya tertekan menjerit pilu ketakutan
"Jangan biarkan aku mati !   Jangan biarkan aku mati disini !
Aku akan terbaring ditaburi oleh pasir-pasir, dan aku takut !
Sungguh aku takut !  Padang pasir adalah makamku !"

Makam berlapis pasir dan tanpa taburan bunga
Diam membisu berebah dibawah merah teriknya panas
Dia telah pergi

 ~Nenen Gunadi~ 13Jan08, Hunstville Canada
(Puisi ini tribute untuk "Yanti Irianti" TKI asal Cianjur yang dieksekusi mati di Arab Saudi, dengan vonis membunuh majikannya sendiri, terlepas benar atau tidak Yanti melakukan itu, saya sebagai bangsa Indonesia turut merasa prihatin & berduka)