Ketika keemasanmu memantul dirambutku
Lalu pengunungan berubah menjadi keunguan
Dari seberang warnamu yang menuju gelap
Disana adalah takdirku
Terbaring didalamnya lautan hati
Sejenak kuterjatuh tak berdaya
Pandangan mataku membayang hitam
Ketika jiwaku terlepas dari ragaku
Aku mengharu damai, melihat cantik ragaku
Tak kuasa akupun kembali walau kelelahan
Meraba-raba hati yang sedang terluka
Perlahan aku balut dengan helaian kain semangatku
Namun kain itu robek lagi lalu hatiku kembali terluka
Lelah jari-jari ini merajut merapatkan luka menganga
Malam-malam gelap seia dengan pagi-pagi gelapku
Sunset telah merambat kejiwaku, membirukan perasaanku
Mengheningkan hidupku, dan mematikan cintaku
Nenen Gunadi
Wed. Sep. 10, 2008, 19:36 pm
Apa yang akan dia lakukan?
Seorang anak muda yang mendendam
Dengan pistol ditangannya
Wajah merah, nafas tersenggal amarah
Menerjang mafia penjual wanita dengan ganas
Menodongkan pistolnya dikepalanya
Sambil menggertak, ini untuk adik perempuanku!
Beng... beng... beng... dia menembaknya mati
Dengan pistol ditangannya
Tak tahan melihat bayi-bayi busung lapar menangis
Menetes melihat anak-anak lusuh kurus tidur dijalanan
Melirik lelaki setengah baya tubuh dibungkus kulit kering
Menarik gerobak sampah, terduduk kecewa dibawah pohon
Tergambar barisan eksekutif para koruptor didepan matanya
Keadilanpun takut untuk menyentuh mereka
Diarahkan pistolnya tepat keleher rajanya koruptor
Beng... beng... beng... dia menembaknya mati
Hanya ada satu keadilan baginya
Hati ternoda luka, perasaan berdarah hitam
Mata gelap melihat ceceran keringat yang teraniaya
Tak ada lagi tempat bernaung bagi mereka
Kekecewaan merubahnya bagai pahlawan keadilan
Melintas didepan rumah mewah miliyaran rupiah
Juragan pembalak hutan berdasi dan bersepatu mengkilap
Keluar diiringi bodyguardnya kearah mercedesnya
Diarahkan pistolnya tepat kejantungnya
Beng... beng... beng... dia menembaknya mati
Berjalan dilorong remang-remang pertokoan
Anak boss sedang melakukan transaksi
Ganja, ekstasi, Marijuana, Heroin
Berfoya-foya melahap keserakahan
Anak boss konglomerat terbutakan kemakmuran
Rakyat melarat bergulingan lapar dijalanan
Lalu dia mengarahkan pistolnya kedadanya
Beng... beng... beng... dia menembaknya mati
Dan diapun ditangkap, dikurung diruang gelap
Kakinya dirantai besi, wajahnya dibalut kain hitam
Berjalan terseret dilorong penjara, dikawal polisi gagah
Dia berpasrah dibawah keadilan semu
Tepat jam tiga pagi, tamatlah riwayatnya
Meregang nyawa dengan lubang dikepala
Darah mengucur segar melumuri muka dan lehernya
Palu hukum mengetuknya untuk mati
Beng... beng... beng... dia ditembak mati
Terukir dibatu nisannya "RIP. SANG PENGADIL"
Nenen Gunadi
Tuesday, May05, 08
Edmonton, AB, Canada
Kekecewaanku
Kesunyianku
Aku sang pemimpi
Ketika kuterjaga
Aku tahu perasaanmu
Kamu tahu milikku
Dan aku masih dingin
Siang dan malamku sepi
Aku sangat terbelenggu
Antara nyata dan mimpi
Aku pergi pecintaku
Aku pergi sahabatku
Aku ambil cinta milikku
Aku serahkan kembali milikmu
Mungkin ini berakhir
Cinta tak mengerti alasannya
Dan aku pecintamu adalah benar
Juga masih menyimpan rasa itu
Aku sadar akan ada luka
Ada selalu dalam khayalku
Tapi aku kelelahan dalam sunyi
Ingatlah akan aku
Ingatlah akan kita
Yang pernah saling mengisi hati
Aku pergi pecintaku
Aku pergi sahabatku
Aku ambil cinta miliku
Aku serahkan kembali milikmu
Aku terenyuh ketika aku ingat
Candamu dan tawamu
mimpimu dan gairahmu
Akupun yakin kau selalu ingat
Tawaku dan tangisku
Ceriaku dan buramku
Cinta yang buta telah memilihku
Untuk jadi percobaan kekuatan hidup
Aku kalah dan menyerah
Dan apakah aku mengecewakanmu ?
Nenen Gunadi
Edmonton, AB, Can
Friday, May2,08
CINTAKU TERTINGGAL DIALAM KUNINGAN
Matahari tersenyum ramah menyinari hangat pagi hari dipuncak gunung Ciremai
Bercengkrama riang dibeningnya air telaga Remis laksana kaca ditaburi cahaya pelangi
Gedung Linggarjati bersejarah kokoh berdiri ditengah padang rumput hijau yang berebah
Beristirahat nyaman di Cipanas Sangkanurip berendam menikmati air panas yang alami
Menyusuri alam pedesaan Sitonjul, ada suara air berdesir mengiringi petani mencangkul sawah
Berenang ditemani ikan Dewa Cibulan yang menentramkan jiwa dan menjernihkan mataku
Sedih untuk dikatakan,
Ketika dalam perjalanan didalam pesawat terbang, hatiku tersayat pilu, wajahku menunduk lesu
Karena aku harus meninggalkan cintaku dialam Kuningan
Merenungkan alam yang indah sambil berdendang dimalam api unggun di Palutungan
Mendayung perahu diindahnya senja Waduk Darma dan aku hanyut dalam romantik alammu
Mojang-mojang anggun menari diiringi ketukan gendang dan alunan merdu seruling bambu
Lalu kusisipkan bunga melati putih dirambutku, dan menirukan gaya penari melenggang jaipong
Disinari lampu remang-remang kota, aku duduk menikmati enaknya jajanan asli tradisional
Kukagumi alam kotaku, perlahan kuhirup segar aroma bungamu, melambungkan anganku keangkasa
Sedih untuk dikatakan,
Ketika dalam perjalanan didalam pesawat terbang, mataku basah menetes, tubuhku tergetar haru
Karena aku harus meninggalkan cintaku dialam Kuningan
Disini… aku dinegara Maple Leaf, sedang membentuk kearifan jiwaku juga kedewasaanku
Saat butiran salju putih menyentuh lembut naruniku lalu membeku, termenung dijendela aku merindu
Tiadak seindah panorama selain alam kotaku, yang romantis sejuk meresap kelubuk lumbung cintaku
Kutorehkan dengan tinta biru pada putihnya kertas isi anganku yang selalu terpendam dikalbuku
Janjiku pada kotaku, aku akan datang kembali mencumbui keindahan alammu yang memukau
Sedih untuk dikatakan,
Ketika dalam perjalanan didalam pesawat terbang, bibirku terkatup rapat, kupalingkan wajahku dari kaca
Karena aku harus meninggalkan cintaku dialam Kuningan
-Nenen Gunadi-
Hunstville, CAN, 02-Jan-08
KAMAR KOSONG
Aku merasa gelenyar bergetar digelisah tidurku
Merambat pelan merasuki jemari-jemariku
Kelipan terang bulan biru dijendela kaca kamarku
Bagaikan kunang-kunang menari menebar kedipan cahaya
Jikalau saja kamu tahu, bahwa aku tak pernah mengerti
Saat perkataanmu yang terakhir pada malam sunyi itu
Tak pernah tahu berapa besar diriku diperlukan dihidupmu
Tak mengira kamu pergi, sampai ketika kamu telah pergi
Pagi datang dan pagi pergi menyapa hari tiadak pernah menyesal
Saat malam tiba membawa kenangan yang tak akan terlupakan
Buket kembang simpati untuk cinta mati dimeja kamar kosong
Tidak lagi melirik kamar sampai buket itu mati dengan cintaku
Nenen G
Huntsville, CA, Jan20, 08