CINTAKU TERTINGGAL DIALAM KUNINGAN  

Matahari tersenyum ramah menyinari hangat pagi hari dipuncak gunung Ciremai

Bercengkrama riang dibeningnya air telaga Remis laksana kaca ditaburi cahaya pelangi
Gedung Linggarjati  bersejarah kokoh berdiri ditengah padang rumput hijau yang berebah 
Beristirahat nyaman di Cipanas Sangkanurip berendam menikmati air panas yang alami
Menyusuri alam pedesaan Sitonjul, ada suara air berdesir mengiringi petani mencangkul sawah
Berenang ditemani ikan Dewa Cibulan yang menentramkan jiwa dan menjernihkan mataku

 Sedih untuk dikatakan,
Ketika dalam perjalanan didalam pesawat terbang, hatiku tersayat pilu, wajahku menunduk lesu
Karena aku harus meninggalkan cintaku dialam Kuningan

Merenungkan alam yang indah sambil berdendang dimalam api unggun di Palutungan
Mendayung perahu diindahnya senja Waduk Darma dan aku hanyut dalam romantik alammu
Mojang-mojang anggun menari diiringi ketukan gendang dan alunan merdu seruling bambu
Lalu kusisipkan bunga melati putih dirambutku, dan menirukan gaya penari melenggang jaipong
Disinari lampu remang-remang kota, aku duduk menikmati enaknya jajanan asli tradisional 
Kukagumi alam kotaku, perlahan kuhirup segar aroma bungamu, melambungkan anganku keangkasa

Sedih untuk dikatakan,
Ketika dalam perjalanan didalam pesawat terbang, mataku basah menetes, tubuhku tergetar haru
Karena aku harus meninggalkan cintaku dialam Kuningan

Disini… aku dinegara Maple Leaf, sedang membentuk kearifan jiwaku juga kedewasaanku
Saat butiran salju putih menyentuh lembut naruniku lalu membeku, termenung dijendela aku merindu 
Tiadak seindah panorama selain alam kotaku, yang romantis sejuk meresap kelubuk lumbung cintaku
Kutorehkan dengan tinta biru pada putihnya kertas isi anganku yang selalu terpendam dikalbuku
Janjiku pada kotaku, aku akan datang kembali mencumbui keindahan alammu yang memukau  

Sedih untuk dikatakan,
Ketika dalam perjalanan didalam pesawat terbang, bibirku terkatup rapat, kupalingkan wajahku dari kaca
Karena aku harus meninggalkan cintaku dialam Kuningan

 -Nenen Gunadi-
Hunstville, CAN, 02-Jan-08

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
KAMAR KOSONG 01/24/2008
 

KAMAR KOSONG  

Aku merasa gelenyar bergetar digelisah tidurku
Merambat pelan merasuki jemari-jemariku
Kelipan terang bulan biru dijendela kaca kamarku
Bagaikan kunang-kunang menari menebar kedipan cahaya

Jikalau saja kamu tahu, bahwa aku tak pernah mengerti
Saat perkataanmu yang terakhir pada malam sunyi itu
Tak pernah tahu berapa besar diriku diperlukan dihidupmu
Tak mengira kamu pergi, sampai ketika kamu telah pergi

Pagi datang dan pagi pergi menyapa hari tiadak pernah menyesal
Saat malam tiba membawa kenangan yang tak akan terlupakan
Buket kembang simpati untuk cinta mati dimeja kamar kosong
Tidak lagi melirik kamar sampai buket itu mati dengan cintaku

Nenen G
Huntsville, CA, Jan20, 08