Betapa Kebetulan Malam Ini
Kebetulan Yang Manis Bagai Mimpi
Mempertemukan Kita Di Sini Di Negri Jauh Ini
Di Sini Kita, Dua Jiwa Sesama Asing Ini

Dipersatukan Dewi seni
Yang Membawa Kita Jauh Tinggi
Seakan Jiwa Kita Sebuah Lagu
Mengapung Di Udara Mozart badan Di dunianya yang Sahdu 
 
Kau Berkata : Betapa dalam matamu,
Betapa Manis Wajahmu.
Kau Katakan Itu Dengan Gairah Hatimu Yang Bergema sunyi,
Karena Kita Tidak Sendiri,

Dan Di Matamu Ajakan,
Dan Di Hatiku Kemabukan
Tak Terperikan.
Aku Lelaki, Maka Maafkan Ketinggian Hatiku,

Bila Bisikanmu Membelai hatiku: Betapa Dalam Matamu,
Betapa Manis Wajahmu. 
 
O, Penyair, Di Negriku,
Negriku Yang Kucinta,
Ada Padaku Seorang Kekasih Menunggu,
Ia Kawan Setanah Airku Yang Takkan Kusia-siakan

Hatinya,
Ia Kawan Setanah Airku Yang Takkan Kutukarkan Cintanya
Dengan Harta Dunia
Dengan Bintang Bintang Yang Bercahaya Dengan Bulan

Namun Kemabukan mencekam Hatiku,
Bila Di Matamu Mengambang Bayang bayang Cinta
Atau Ajakan Bercahaya.
Aku Lelaki, Maka Maafkan Ketinggian Hatiku,

Bila Bisikanmu Membelai Hatiku : Betapa dalam Matamu,
Betapa Manis Wajahmu. 
 
 


adi tHea, September’ 2006

 


Comments

Thu, 27 Nov 2008 03:01:21

salam kenal mbak....kunjungan pertama saya ke blog puisi ini....saya suka dan apresiasi dengan blog ini...gimana kalo kita tukar link?

 



Leave a Reply