Mega berarak perlahan
mendung semakin kelam
cristal cristal bening berguliran
di balik desah napas kerinduan resah,
gelisah menyatu dalam sunyi
nun diatas sana
camar meleyang perlahan , lelah
lelah merengkuh bayang semu rindu
mendera cita apai realita menjelma luka sakit
Tuhan.. Bilakah angan kan nyata
bilakah bayang menjelma
bilakah......bilakah aku tak tahu
-Bank Indonesia, 26 September 2008 -