Meninggalkan kotamu, menyakitkan hatiku
Aku pergi tinggalkan jejak-jejak cerita yang indah
Lukaku terbalut tangisan dan aku harus rela
Disaat aku menikmati sentuhan kisah bahagia

Penyesalan karena kulepas segala yang terindah
Perih dihati tak mampu merubah langkahku
Untuk harus melambaikan tanganku
Kutatap wajah-wajah berlinang saat melepaskanku

Rasa kerinduan selalu menggambarkan ceria saat itu
Mengapa semua ini terjadi, disaat aku menyintai kotamu
Canda riang bersamamu selalu tertanam tumbuh dirasaku
Ruang hatiku selalu melantunkan suara merdu kerinduan

Sahabat, kutetap teringat akan ucapan lembutmu dan sayangmu
Kadang aku terdiam sepi melamunkan ceriaku yang kutitipkan padamu
Pintaku jagalah ceriaku dihatimu, bayangku akan menyapa harimu
Haruku karena kebaikanmu yang selalu menjaga diriku ketika aku sakit

Kenangan, aku akan kembali kekotamu untuk menyentuh jejakku yang tertinggal!


Nenen Gunadi
Edmonton AB, Can
22 Aug, 08 18:19

 


Comments

Tue, 07 Oct 2008 23:13:40

gila, puisimu menyentuh sekali yang berjudul SURABAYA JEJAK TERTINGGAL kebetulan hampir mirip storyku, saya lahir dan besar di kota pahlawan cari hidup di bandung.

 

Wed, 08 Oct 2008 07:01:36

Kang Abdul... justru puisi ini terinspirasi waktu aku ada di Surabaya he..he..
Thanks udah baca-baca puisiku

 

Wed, 08 Oct 2008 23:42:26

emang sby dimana? kalau dari wonocolo. gimana bisnisnya sama imam taufiq ?

 

Thu, 09 Oct 2008 14:37:13

AKu mah di Wonokromo, Ketintang, deket sareng Wonocolo he..he..
Bisnis Coper mah enggak gampang, terus Imam nawarin ekspor kayu manis, aku minta potonya belum dikirim potonya, maksud mau dipasang diklan sini....
Bisnis kacau hi..hi..hi...

 



Leave a Reply