Hari hari indah melintas lembut
senada tembang hati diantaranya
rangkaian tali kasih,membentang nyata
penghantar anugerah Amor ke dalam sukma
langkah seiring meniti tangga emas
tautan hati juga tiara
Camar di pantai,tahu makna jemari
bahasa kasih, bulan hapal jawabnya
waktu berlalu melintas pasti hari
berganti menepis kasih
kemana hari....?
dimana hati... ?
-Bank Indonesia, 26 September 2008-
Mega berarak perlahan
mendung semakin kelam
cristal cristal bening berguliran
di balik desah napas kerinduan resah,
gelisah menyatu dalam sunyi
nun diatas sana
camar meleyang perlahan , lelah
lelah merengkuh bayang semu rindu
mendera cita apai realita menjelma luka sakit
Tuhan.. Bilakah angan kan nyata
bilakah bayang menjelma
bilakah......bilakah aku tak tahu
-Bank Indonesia, 26 September 2008 -
Pernah ku merasakan kerinduan yang menyesakan,
hingga membuatku putus asa,
putus asa bila tidak lagi melihatnya,
putus asa bila tak akan ada kesempatan untuk melakukannya bersama.
Bila kerinduan itu mendera selalu,
ku berdiri di ujung malam,
kupasang sayap rapuhku,
mulai mengepakkan arungi mimpi yang hampir tak meninggalkan jeda,
tinggalkan sela dan waktu,
hingga tak bisa membedakan pagi atau senja.
Setetes embun jatuh di ujung malam,
menyejukan panasnya rindu yang telah berubah menjadi sembilu,
menumbuhkan tunas-tunas harapan yang kandung layu,
andai dia tahu kerinduanku…..
Kerinduanku pada gemercik air wudhu yang membasahi wajahnya,
kerinduanku pada takbiratul ihram yang meluncur dari bibirnya,
kerinduanku pada hamparan sajadah yang mengalasi pengabdiannya.
Aku rindu rukunya,
aku rindu sujudnya,
Duhai Ya Rabbi…..
Aku rindu saat-saat menghadap-Mu.
*Hasil imajinasi liar semalam*