Meninggalkan kotamu, menyakitkan hatiku
Aku pergi tinggalkan jejak-jejak cerita yang indah
Lukaku terbalut tangisan dan aku harus rela
Disaat aku menikmati sentuhan kisah bahagia
Penyesalan karena kulepas segala yang terindah
Perih dihati tak mampu merubah langkahku
Untuk harus melambaikan tanganku
Kutatap wajah-wajah berlinang saat melepaskanku
Rasa kerinduan selalu menggambarkan ceria saat itu
Mengapa semua ini terjadi, disaat aku menyintai kotamu
Canda riang bersamamu selalu tertanam tumbuh dirasaku
Ruang hatiku selalu melantunkan suara merdu kerinduan
Sahabat, kutetap teringat akan ucapan lembutmu dan sayangmu
Kadang aku terdiam sepi melamunkan ceriaku yang kutitipkan padamu
Pintaku jagalah ceriaku dihatimu, bayangku akan menyapa harimu
Haruku karena kebaikanmu yang selalu menjaga diriku ketika aku sakit
Kenangan, aku akan kembali kekotamu untuk menyentuh jejakku yang tertinggal!
Nenen Gunadi
Edmonton AB, Can
22 Aug, 08 18:19
Regang kamelang
dahan karingrang
peunggas harita
teu pira kasaput angin bagja
Rintih
nalika salira ngagalindeng
"Deudeuh Enung tampi ieu citresna
tina geter hate Enkang sagemlengna!"
Bank Indonesia, 1 Agustus 2008
Maman Wahyu
Apa yang tercatat pada hari hariku
Adalah keresahan
Dan aku rindu sapamu
Pernah kucari kamu di jalan ini ketika gerimis payungi senja yang pekat ini
Tapi...
Dimana.. Kulalui sekian musim panas & dingin Kuhitung daun daun yang gugur
DImusim semi Ternyata ..
Cintamu begitu singkat.
Bank Indonesia, 4 Agustus 2008
Maman Wahyu