Malam bertanya siapa aku
Aku rahasianya – yang cemas, hitam, dalam
Aku kebisuannya yang penuh pemberontakan
Telah ku selubungi hakikat diriku dengan kebisuan
Dan ku salut hatiku dalam keraguan
Lalu, penuh khidmat, tinggal aku di sini, diam
Memandang, sementara abad abad bertanya padaku,
Siapa aku
Angin bertanya siapa aku
Aku ruhnya yang heran, di ingkari zaman
Aku, seperti dia, tak pernah diam
Terus mengelana tak ada hentinya
Bila sampai kami di tikungan
Kami akan mengira itu akhir penderitaan
Tapi kiranya
Waktu bertanya siapa aku
Aku, seperti dia, ialah raksasa, yang memeluk abad abad dan
Kembali menghidupkannya
Dari pesona harapan yang menawan
Aku menciptakan masa lampau yang jauh silam dan
Kembali menguburkannya
Agar dapat ku bentuk bagiku sendiri hari kemarin yang baru
Dengan hari esoknya es yang beku
Diri bertanya siapa aku
Aku, seperti dia, dalam kebingungan, menatap bayangan kelam
Tidakapapun membuatku tenteram
Aku terus bertanya – dan jawabnya
Akan tinggal berselubung bayangan yang memperdaya
Aku akan tetap mengira jawaban itu sudah datang begitu dekat
Tetapi ketika kuraih, ia telah lumat
Hilang, musnah.
Adi tHea
bandung Mei’ 2006