Pisau 10/03/2008
 

Iris dan iris tiadak pernah puas
Tangan hampa ini mengenggam pisau
Suara irisan hidup bersahutan merintih
Dingin melolong dalam goa gelap
Frustrasi singgah dalam hidup kecemasan
Urat-urat syaraf menegang hampir putus

Pisau ini memanas mencari mangsa
Mengiris-ngiris jiwa yang sudah terpuruk
Hina dina tak ada yang peduli
Baiknya kuhapus saja setiap rasa cinta
Irislah cinta ini, pisauku!
Damaikan mata hatiku yang bolong terluka

Mulut tajam menghujat asa lemah
Adalah mulut pisau!
Mulut memohon ampunan dengan jujur
Namun ada mulut terkatup rapat tidak menjawab
Adalah mulut pisau!
Irislah mulut-mulut itu, pisauku!

Siapa yang salah ?
Pisau, mulut, atau hati?
Ujung-ujungnya watak arogan mematri
Marah mengiris-ngiris jari telunjuk
Karena telunjuk itu selalu menunjuk kasar
Menusuk perasaan, mengkoyak harga diri


Nenen Gunadi
Oct 03, 2008 13:32
Edmonton-Canada

 


Comments

Sun, 26 Oct 2008 05:59:26

wah.. mbak nenen suka buat puisi yah? bener2 tajam puisinya...

saya dulu juga suka buat puisi, waktu SMA.. entah kenapa jaman kuliah sekarang jadi ga begitu suka buat.. lebih seneng bikin cerpen

 



Leave a Reply

Name (required)
Email (not published)
Website