SUNGAI MADU 10/03/2008
 


Jika ada sungai madu, aku sudah terjun menyelam seperti bebek
Jika ada sungai madu, aku sudah berenang kedasarnya sekarang
Dan tak akan pernah muncul lagi kedarat

Saat matahari hangat menyinari pintu gubuk belakangku suatu hari
Otomatis pintu kamar lubuk hatiku terbuka lebar
Mungkin saja dapat menyihir hatiku mengkristal berlian

Kuciptakan lagu recehan buat show ditengah jalan kota
Aku seniman gelandangan bukan kriminal keren
Kelasku kelas tanah, penggemarku golongan akar tanah

Besok aku pergi kerumah dermawan, antri dapat sedekah
Bergetar lututku, dipundakku ada tubuh kaku perempuan tua
Terinjak kaki-kaki frustasi mereka yang kelaparan 

Jika keringat asamku mengaliri sungai takdir
Belokkan arusnya kearah istana presiden
Mungkin aromanya mampu menyentuh hati istana

Redupkan lampu kamarmu, rasakan remangnya malam
Dengar rintihan suara-sura syahdu gitar tuaku dibisikan angin
Menyelimuti tubuh-tubuh kurus kelelahan dalam pangkuan gelap

Jangan hancurkan gitar tua ini, dengarkan suara melodinya
Menggairahkan anak jalanan berdendang ria walau tanpa arahan
Tumbuk saja hatiku hingga terbebas dari keluhan luka raga merana

Jika di Jakarta ada sungai keringat orang miskin
Kawan… hanyutkan bangkaiku ini ke istana wakil rakyat
Mungkin mampu membangunkan mereka yang tertidur pulas

Ah… Jika ada sungai madu, aku akan menyelam kedasarnya

-Nenen Gunadi-

 
Pisau 10/03/2008
 

Iris dan iris tiadak pernah puas
Tangan hampa ini mengenggam pisau
Suara irisan hidup bersahutan merintih
Dingin melolong dalam goa gelap
Frustrasi singgah dalam hidup kecemasan
Urat-urat syaraf menegang hampir putus

Pisau ini memanas mencari mangsa
Mengiris-ngiris jiwa yang sudah terpuruk
Hina dina tak ada yang peduli
Baiknya kuhapus saja setiap rasa cinta
Irislah cinta ini, pisauku!
Damaikan mata hatiku yang bolong terluka

Mulut tajam menghujat asa lemah
Adalah mulut pisau!
Mulut memohon ampunan dengan jujur
Namun ada mulut terkatup rapat tidak menjawab
Adalah mulut pisau!
Irislah mulut-mulut itu, pisauku!

Siapa yang salah ?
Pisau, mulut, atau hati?
Ujung-ujungnya watak arogan mematri
Marah mengiris-ngiris jari telunjuk
Karena telunjuk itu selalu menunjuk kasar
Menusuk perasaan, mengkoyak harga diri


Nenen Gunadi
Oct 03, 2008 13:32
Edmonton-Canada