KAMU PUNYA GITAR 04/19/2008
 

Kamu punya gitar
Aku bisa bernyanyi lagu jalanan
Mungkin kita bisa akur
Mengais recehan untuk makan
Bapakku yang kiayi dikampung 
Sudah tinggal bersama istri muda
Ibu menuntunku pergi kekota
Kini rumahku dikolong jembatan
Ibuku mengemis sepanjang hari
Demi nasi campur sambal terasi
Sehari makan, besok lapar lagi

Kamu punya gitar
Lagu kita lagu yang jujur
Jujur ingin hidup layak
Walau perut melilit lapar
Tak ada kata mundur
Terus petiklah senar gitarmu
Sampai jarimu membiru
Sampai suaraku serak
Alunkan nada sentuhan hati
Agar orang yang melewati kita terenyuh
Mau melemparkan recehannya kearah kita

Kamu punya gitar

Kita pergi dan bernyanyi
Terima recehan buat beli sandal jepit
Atau hanya tinggal diam disini
Mati kelaparan, bangkai kita teraniaya
Dan aku punya mimpi ketika aku terjaga
Suatu hari aku jadi penyanyi beneran
Menabung jutaan rupiah
Bisa beli rumah mewah
Bisa kenal dengan pejabat penting

Kamu punya gitar
Aku bisa bernyanyi lagu jalanan
Ibuku mulai sakit-sakitan
Muntah darah dipangkuanku
Aku menjerit, aku tak punya obat
Recehanku belum menggunung
Tak ada rumah sakit yang peduli
Kupeluk Ibuku yang sudah kaku
Kubasuhkan darah Ibuku kemukaku
Lalu aku berbisik ketelinganya
Tidur tenang… tidur tenang… Ibuku…


Nenen Gunadi,

Sabtu, 19 April 2008
Edmonton, AB, Canada

 
 

Kata orang,
Internet itu bak pisau bermata dua.
Bisa untuk memotong sayuran dan buah-buahan,
Tapi, kalau tak hati-hati bisa melukai.

Kata orang,
Internet itu banyak sampahnya.
Tapi tak kutemukan itu.
Yang kutemukan justru permata berharga 

Kata Allah,
"Aku ciptakan manusia bersuku-suku,
bergolongan-golongan, ber-ras yang berbeda,
berdomisili di wilayah yang berbeda
Berbeda secara multidimensional"
Untuk saling mengenal (taaruf)

Kata-ku (dalam hati)...
Allah Maha Kaya
Karena disetiap sudut terkecil dunia-Nya
Ada ladang maha luas,
Ladang amal.......
Yang dapat kita miliki
(Salah satunya) lewat silaturahiim.........

Oleh, Tata TB Adjoes

 
 

Lapar…
Kelaparan…

Miskin…

Kemiskinan...
Aku tak mau itu
 Nyatanya aku tergolek lemas Bernafaspun sudah susah
Terbayang nasi hangat
Kepingin anggur
Kehausan susu
 Dompet lusuh dan kosong
Adalah gaya hidupku
Badan kurus, tulang dibungkus kulit
Adalah tubuhku seutuhnya saat ini Mereka yang kaya raya
Mereka yang penguasa

Mereka yang serakah

Masih belum puas menggendutkan perut?

Datanglah kegubukku ini

Makan kulitku saja!



By, Nenen G

April, 04, 2008 – Ed, AB-Kanada